Google+ Followers

Thursday, July 20, 2017

Sensasi Segar dan Wanginya #CLEARSakura Fresh


Beberapa hari lalu saya dapat kejutan ...malam-malam. Dari siapa coba? suami ? bukan ...anak? juga bukan...dapat kejutan dari pak kurir yang bawain *kado) dari Home Tester Club. Saya sering daftar untuk mendapatkan sampel produk consumer goods terbaru tapi baru kali ini disamperin pak Kurir, malam-malam pula. Thank u ya pak dan Home Tester.

Apa sih yang dibawa pak kurir malam-malam begini, ternyata paket sampel Clear Shampoo Sakura Fresh. Alhamdulillah *sujud syukur* Sebelumnya selama bertahun-tahun sekeluarga pakai Clear Ice Menthol, pengen tau varian lain yang fungsinya sama: membasmi ketombe.

Alhamdulillah lagi. Isinya banyak banget. 3 renteng, masing-masing berisi 6 sachet. Total 18 sachet @ 10 mL jadi 180 mL dong semua. Setara dengan satu botol gede ya. Stok shampoo sebulan buat sekeluarga aman. Eits tapi tunggu dulu, kita mah kalau gonta-ganti shampoo malah menyelesaikan masalah dengan masalah. Masalah ketombean trus nyari-nyari shampoo pengganti malah berubah jadi gatal kepala. Maka biarlah emak jadi kelinci (atau tepatnya beruang saking gedenya) percobaan.

Jadilah saya kramas pakai satu sachet Clear Shampoo Sakura Fresh. Bagus nih cara mengemasnya. Satu sachet 10 mL disekat menjadi dua bagian, masing-masing 5 ML jadi buat rambut pendek seperti saya cukup lah satu bagian saja untuk sekali kramas. Sisanya bisa dipakai anak atau bapak. 

Penasaran juga sih apa warna shampoonya merah seperti warna bunga Sakura. Gunting bagian pojok sachetnya dan tarraaa...

Loh ternyata warna cairan shampoonya bukan merah seperti bayangan saya. Tapi itu mah penampakannya saja ya. Ngga terlalu penting. Yang penting khasiatnya dan efeknya buat rambut dan kulit kepala.

Hmmm busanya berlimpah, padahal cuma 5 mL saja. 5 mL itu dikiit lo tapi busanya sampai tumpeh-tumpeh. Saya ngga perlu mengulang kramas jilid dua. Abis kramas rambut terasa ringan, lembut, segar. Aroma bunga Sakura itu kayak gini to. Lembut ...mirip aroma hand and body lotion gitu.

Rambut saya jadi ngga mudah lepek kan. Biarpun ketutup hijab dan harus berada di luar rumah sampai keringatan.

Kalau ditanya apa pendapat saya tentang varian CLEAR Sakura Fresh saya jawabnya begini:
Saya suka aromanya, lembut dan fresh. Sensasi segar yang dihasilkannya bisa bertahan lama. Biasanya sehari setelah kramas dengan shampoo lain rambut saya sudah mulai lepek. Namun Clear Sakura Fresh memang lebih baik. Tapi sebelumnya saya kira warna shampoonya merah muda seperti warna botolnya. Ternyata mirip dengan warna cairan shampoo Clear varian lainnya. Jika memungkinkan bisakah kiranya warna cairan shampoonya sesuai warna kemasan, agar terkesan unik tapi tidak mengurangi kemampuannya dalam mengusir ketombe. Tentang kemasannya, saya lebih suka kemasan botol kecil untuk travelling jadi nggak repot menyobek sachet. Mudah-mudahan CLEAR Sakura Fresh tersedia dalam botol kecil 70 mL atau mungkin lebih kecil. Kemasan dalam tube pun boleh. 

Terimakasih Clear dan Home Tester Club sudah memilih saya sebagai salah satu yang beruntung mendapatkan sampelnya. Ingin jadi pengguna setia CLEAR Sakura Fresh ah.
#CLEARSakuraFresh #FreshHairDay

Monday, July 17, 2017

Opor Ayam So Good It’s Very Good

Ada kabar kerabat akan berkunjung dalam rangka silaturahim lebaran lalu kebingungan menyiapkan masakan? Atau sibuk silaturahim sampai ngga sempat belanja ke pasar untuk melengkapi bumbu? Alhamdulillah, saya bersyukur sempat belanja So Good ayam potong di mini market dekat rumah. Ngga perlu berdesakan di pasar sudah dapat ayam potong sesuai kebutuhan.

Awalnya saya tidak tahu jika So Good memiliki produk ayam potong. Kebetulan stok So Good nugget tempo hari sudah habis. Jadilah belanja nugget sekaligus So Good ayam potong. 
Aw aw.. So Good ayam potong ini memiliki berbagai kelebihan yaitu:
1. Dikemas secara higienis. 
Inilah kelebihan So Good ayam potong yang paling saya suka. Kemasannya higienis, sama seperti kemasan So Good nugget. Di minimart tempat saya belanja bahkan freezernya pun disediakan secara terpisah, tidak menjadi satu dengan freezer nugget, sosis, bakso, frozen vegetables dan makanan beku lainnya, mencarinya pun lebih mudah. 
3.  Tersedia dalam kuantitas sesuai kebutuhan. 
Keluarga saya cuma tiga orang (sejak si sulung mondhok di luar kota). Kalau harus beli yang kemasan ukuran gede ..waduh sisanya terlalu banyak. Beli di pedagang keliling dalam jumlah kecil sering-sering juga sungkan karena dia harus memotong ayam dalam potongan kecil. Gimana gitu ya beli ayam setengah atau seperempat kilogram trus minta tolong si bapak penjual motongin sekalian, mo dipotong sendiri pisau kecil kurang mumpuni. Maka ayam potong So Good ini memberikan solusi. Saya nggak perlu bingung mencari wadah untuk menyimpan, ayamnya pun sudah tersedia dalam bentuk potongan. Pssst potongannya khusus dada dan paha loh, jadinya lebih berdaging dibandingkan kalau beli ayam utuh (yang kadang bagian sayap atau daerah dekat ekor ngga ada yang mau mengkonsumsi)
     4. Berlabel Halal
Derajat kehalalan makanan menurut syariat Islam itu komplit. Ngga sekedar tidak mengandung babi, alkohol memabukkan atau hal-hal yang haram. Tetapi juga meliputi kehalalan proses pemotongan dan kehalalan kemasannya. Alhamdulillah ayam potong So Good sudah bersertifikat halal MUI.

5. Berasal dari ayam potong pilihan
Ayam potong So Good ini berasal dari ayam pilihan yang diternak secara khusus tanpa penyuntikan hormon. Sering dengar informasi bahwa ayam-ayam ternakan disuntik hormon khusus agar tumbuh gemuk bukan? padahal hormon tersebut berakibat kurang baik bagi kesehatan manusia. Syukurlah ayam potong So Good ngga pakai suntik hormon segala. Aman, sehat, lezat dan bergizi.

6. Dapat bonus
Asyiiik kali ini beli So Good ayam potong ada bonus bumbu opor siap saji. Jadinya saya kan ngga perlu mikir mau masak apa buat sajian buat tamu atau bekal ngantor si Papa. Tinggal tambahin sedikit bawang merah, bawang putih, ketumbar dan gula garam. Di dalam kemasan bumbu bonus So Good ayam potong ini disarankan untuk menambahkan daun salam untuk menambah aroma.

Inilah keuntungan belanja So Good ayam potong tempo hari. Ayam sudah dipotongin eh ada bumbu opornya lagi. Jadinya kan siap eksekusi. Saya memilih memasak ayam opor ini menggunakan dua santan yaitu santan encer dan santan kental. Tujuannya agar rasa gurihnya lebih meresap ke dalam ayam.
Ah sekalian share cara memasaknya di sini:

Bahan
Ayam potong So Good ukuran 450 gram
Telur ayam rebus yang sudah dikuliti (bagi yang suka telur)
Minyak untuk menumis bumbu
Santan kental 250 cc
Santan encer 500 cc

Bumbu
Bumbu Opor siap saji bonus So Good ayam potong
Tiga siung bawang merah
Tiga siung bawang putih
Ketumbar, gula dan garam secukupnya.

Cara Membuat
1. Jerang santan encer, jika sudah mendidih masukkan So Good ayam potong
2. Haluskan bumbu tambahan. Tumis bumbu opor siap saji bersama bumbu tambahan
3.  Jika air santan mulai menyusut masukkan bumbu
4.  Tambahkan santan kental
5.  Aduk hingga rata
6.  Tunggu hingga santan agak menyusut
7.  Sajikan dengan taburan bawang merah goreng


Hmmm opor dengan aroma sedap menggugah selera ini pun siap saji. Tanpa butuh waktu lama untuk memasaknya. 
Cocok untuk sajian tamu yang bersilaturahim atau bekal sekolah dan bekal ke kantor Si Ayah. Eh iya, andai masakan opor masih ada sisa ayamnya bisa digoreng untuk sajian makan malam. Rasanya tak kalah lezat. Gurih, kriuuuk dan harum. Tinggal tambahkan sambal tomat dan irisan mentimun segar sebagai pelengkap. Nikmatnya tiada tara....So Good is Very Good
Last but not least, kalau mamah muda, teman-teman, high quality jomblo siapa aja dah yang punya resep masakan andalan berbahan ayam ayuk lah ikutan lomba memasak So Good yang bekerja sama dengan Blogger Perempuan. Caranya mudah kok, syarat utamanya tentunya harus menggunakan produk So Good baik itu ayam nugget atau ayam potong. S & K lebih lengkap bisa baca di SINI Hadiahnya mayaan banget: Mirrorless camera Canon EOS M3, Pocket Camera Canon SX620 dan Smartphone Samsung Galaxy J5 Prime euy, masa' ngga mau ikutan? hayo buruan siapin resep dan belanja produk So Good di minimarket terdekat dan ikutan lombanya.
 Info Lomba

Tuesday, July 11, 2017

Libur Lebaran Tanpa Mudik Berdesakan

Libur tahun ajaran baru dan Lebaran kali ini buat kami beda banget dengan liburan tahun-tahun sebelumnya. Lebaran kali ini ngga kemana-mana karena Mama lagi pengen tinggal di rumah adik di Makassar yang buat kami ongkos transportnya ...masyaAllah mahalll.

Jadilah nggak ada acara mudik. Biasanya seru ikutan mudik gratis dari pasar Puspa Agro. Ngga ada acara sungkeman di rumah Mama, ngga pakai nyekar abis sholat Ied, ngga juga salam-salaman dengan tetangga di Probolinggo. 

Lalu ngapain aja selama libur lebaran dan tahun ajaran baru kali ini?

1. Kerja
Yaeelah namanya juga freelance, libur sekolah kan yang libur anak-anak doang. Alhamdulillah liburan pas puasa kemarin kerjaan lumayan lancar mulai dari job nulis di blog, ngebuzz di twitter dan IG dan juga nulis konten sampai nolak-nolak karena waktunya dah mepet lebaran.

2. Menambah kuantitas
Kebetulan Ramadhan kali ini pengen bisa khatam baca Al Quran 2 kali. Alhamdulillah kesampaian. Kan ngga pakai acara mudik berdesakan. Terpaksa nolak kerjaan nulis konten pula sebab ngitung waktu berkejaran dengan deadline dan malam takbiran (mudah-mudahan ada rezeki lagi di Syawal nan sunyi ini hihihihi)

3. Ngobrol bareng anak-anak
Si sulung libur pondok sejak 20 Syaban sampai 10 Syawal. Jadinya puas-puasin ngobrol tentang suka dukanya selama jadi santri. Ngga kaget kalau A. Fuadi bisa menghasilkan novel best seller tentang kehidupan santri di Negeri Lima Menara. Seruuu bangeth

4. Silaturahim
Pengennya poin empat ini diisi: bikin kue kering. Wakwak padahal cuma bikin sekilo Kaastengels tapi seneng banget bisa punya cemilan. Jadilah diisi dengan silaturahim ajah. Qodarullah selama seminggu si Papa dipinjemin mobil sewaan dari kantor yang kebetulan keburu libur padahal masa sewa belum habis. Maka fasilitas tak terduga inipun kami manfaatkan untuk kendaraan bersilaturahim ke pakde anak-anak dan paman saya yang di Surabaya, ke saudara sepupu, ke sahabat saya yang jarang ketemu meski satu kota, jenguk istri teman suami yang melahirkan di luar kota. Yang mana di mana semua itu ga bisa terlaksana kalau ngga ada mobil. Masa berempat pakai satu motor, satu-satunya kendaraan kami. Sewa mobil ? hohoho bisa-bisa duit yang disiapkan untuk keperluan Daftar Ulang si santri bisa melayang. Alhamdulillah kok ya dapat rezeki mobil pinjaman....lumayan.
ke Surabaya nggak sah kalau ngga mampir Masjid Al Akbar


5. Ngantar santri balik pondok

Yups, santri Gontor harus balik sebelum tanggal 11 Syawal. yang lain masih lebaran, otewe kemana-mana buat silaturahim dengan keluarga besar, kita mah otewe penjara suci. Biar tetep bernuansa liburan jadilah mampir nginep di Hotel Mutiara tempo hari. Pengennya ke tempat wisata dimana gitu tapi berhubung asam urat si Papa sedang kambuh jadilah ngendon cantik sambil nonton tivi di kamar aja.

Sebenarnya ada yang belum kesampaian buat ngisi liburan tanpa mudik kali ini: nyuciin mukena milik masjid Al Ukhuwwah (mumpung anak-anak kecil yang biasa pinjam mukena buat sholat jamaah pada liburan ke kampung halaman) dan menamatkan baca buku The Lost Islamic Historis. Mudah-mudahan kedua niatan itu masih bisa terlaksana dalam waktu dekat ini.

Monday, July 10, 2017

Libur Tipis-tipis di Hotel Mutiara Ponorogo

Bulan Syawal mungkin adalah bulan paling membahagiakan sekaligus menyesakkan bagi para santri Gontor. Bahagia karena kumpul-kumpul keluarga, banyak makanan enak dan dapat angpau lebaran hehehe. Tapi juga bulan menyesakkan karena tahun ajaran baru KMI selalu dimulai 11 Syawal, artinya harus segera balik pondok. Malah santri kelas 4 yang naik kelas 5 harus balik tanggal sebelum 5 Syawal. Dan yang kelas lima menunggu kabar kenaikan ke kelas 6 harus mukim di pondok alias tidak ikut perpulangan santri.

Buat santri yang masih baru alias *kecil* seperti anak saya tentunya berat banget abis libur panjang harus balik pondok lagi. Maka agar nggak makin berat di hati kami berusaha untuk membuatnya gembira di detik-detik terakhir menjelang balik pondok. Salah satunya adalah dengan mengajaknya libur tipis-tipis di penginapan dekat pondok. Kemana ya? dengan budget pas-pasan tapi tetep dapat kesan liburan. Akhirnya si Papa pun hunting melalui Traveloka dan ketemu Hotel Mutiara

Tarifnya Bersahabat antara 85 ribu hingga 350 ribu tergantung fasilitas kamar. Kami pilih yang standard AC, 120 Ribu per malam, buat berempat. Ini namanya liburan hemat wkwkwk.
Fasilitasnya: bed ukuran sedang, AC, kamar mandi (disediakan bak dan shower), televisi berwarna ukuran brapa ya 14 inchi mungkin dan welcome drink dua botol air mineral 600 ml. Ngga ada fasilitas lain seperti WiFi atau kolam renang, tarif segitu mau kolam renang? duduk-duduk aja di teras depan kamar sambil menikmati udara segar pagi atau indahnya senja hari.

Yang menarik dari Hotel Mutiara itu ada mushola unik, berupa rumah panggung berdinding kaca. 


Dan yang menarik adalah nasi goreng dan tahu crispynya yang enyaaak. Harganya pun ala kaki lima. Rata-rata 10 Ribu rupiah (mie kuah, mie goreng, nasi goreng, cap cay) Tahu Crispy dan Kentang goreng seporsinya 8 ribu rupiah. Nasi putih seporsi 3 ribu. Nasi gorengnya dikasih irisan cabe rawit loo..my favorit.
Tahu Crispy dan Mie Goreng, teman dua piring nasi goreng buat sarapan berempat

Kekurangan hotel ini apa ya? mmm ngga ada genset. Ndilalah pas malam terakhir menginap listrik mati sejak jam 2 dini hari. Tunggu punya tunggu lampu dan AC ngga kunjung nyala. Ehehe hotel melati rata-rata ngga punya genset yah, karena harganya yang cukup mahal. Ya udah pintu dan jendela dibuka sedikit saja. Untungnya udara Ponorogo saat itu sedang ramah.

Eh iya selain fasilitas standard dan makanan yang sesuai selera (saya dan keluarga) ada satu layanan ekstra dari hotel Mutiara yaitu gratis menginap semalam jika sudah pernah booking/menginap 10 kali. Buat yang sering travelling ke Ponorogo tawaran ini menarik 'kali ya. 

Pengalaman pertama nginap di hotel Mutiara unik juga. Kebetulan kok bisa barengan dengan salah satu calon pelajar yang akan mengikuti seleksi penerimaan santri baru di Gontor pusat. Eh ada pula santri dari Malaysia yang akan daftar ulang di Gontor 2, naik ke kelas 3 intensif. Padahal lokasi Hotel Mutiara cukup jauh dari kedua pondok tersebut, mungkin budgetnya sama dengan kita-kita lah ya...

Buat kenang-kenangan foto bareng-bareng dulu lah

Wednesday, July 5, 2017

Do and Don't di Gontor

Hari ini, 5 Juli, 11 Syawal lapangan di depan aula BPPM (Balai Pertemuan Pondok Modern) Darussalam Gontor Upacara Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah dipenuhi ribuan santri dan caon santri. Seperti yang dirilis gontor.ac.id sebanyak 3173 santri kelas 1 hingga kelas 6 ditambah 2675 calon santri mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran baru 1438/1439 H.

Alhamdulillah biidznillah, tahun kemarin si sulung mengikuti apel serupa sebagai capel (calon santri) dan tahun ini mengikutinya sebagai santri kelas dua. Tahun lalu ananda dinyatakan lulus seleksi penerimaan santri baru gontor dan ditempatkan di Gontor 5 Rogojampi. Biidznillah saat kenaikan kelas dia dinyatakan naik positif dan pindah ke pusat (semoga mampu mengemban amanah dan istiqomah) Mudah-mudahan kami bukan type orang tua yang terlalu menuntut dengan berharap ananda bisa istiqomah bertahan sebagai santri Gontor dan kelak lulus dengan husnul khotimah sebagai alumni yang mampu mendarmabaktikan ilmu dan pengetahuan bagi kemaslahatan umat.

Test masuk Gontor memang tidak mudah, tetapi bertahan di Gontor lebih tidak mudah. Tidak mengherankan jika ada yang merasa tak mampu bertahan dan memutuskan mengundurkan diri sebagai santri. Padahal agar bisa *memiliki* ijazah Gontor haruslah bertahan hingga 4 tahun pendidikan (untuk santri lulusan SMP sederajat) dan 6 tahun untuk santri lulusan SD sederajat ditambah masing-masing satu tahun masa pengabdian sebagai ustadz.

Banyak kisah haru, seru, lucu selama setahun ananda melewati masa-masa sebagai santri baru. Psst menurutnya (dari kisah yang diceritakan ustadz dan para mudabbirnya) masa paling sulit di Gontor adalah kelas 1 (karena harus beradaptasi dengan cepat), kelas 3 karena saringan ke tingkat lebih tinggi dan kelas lima karena saringan ke kelas 6 yang kelak menjadi calon ustadz plus dibebani tugas sebagai mudabbir dan panitia-panitia acara.

Bagaimana bertahan di Gontor? setidaknya ada list Do and Don't

Do
1. Patuhi peraturan, mengenai barang yang dilarang dibawa santri monggo silahkan dipatuhi. Mengenai kewajiban kode etik berpakaian (training yang dilengkapi karet di bagian bawah, tidak mengenakan baju dengan merk tertentu atau berbau kedaerahan seperti batik, kaos polos dan tidak berwarna mencolok, kemeja warna polos dll) monggo dipatuhi

2. Bersikap sopan dan hormat pada senior, ustadz dan pak kyai serta wali santri lain

Don't

1. Jangan membantah perintah ustadz. Ustadz adalah salah satu sosok yang harus dihormati. Dan jangan tertidur saat pelajaran di kelas.

2. Jangan membawa uang cash terlalu banyak. Lebih baik disimpan di tabungan santri (sebaiknya tabungan santri berisi nominal yang cukup, jangan dibiarkan kosong sebab tabsis adalah *penolong* santri di masa sulit)

hmmm itu sih intinya ya. Kalau tidak tahu sama sekali seluk beluk Gontor pada awalnya pasti kaget kalau barang-barang tiba-tiba ilang di jemuran karena disita. Atau mendapat hukuman yang cukup melelahkan. Maka doanya hanya satu: semoga Allah menguatkan dan memudahkan perjuangan.

Friday, June 30, 2017

Mengelola Keuangan Pasca Lebaran

Ramadhan sudah berlalu, Lebaran pun mulai beranjak pelan-pelan. Arus mudik perlahan tapi pasti telah berubah menjadi arus balik. Muncul guyonan di media sosial bahwa mulai H+3 ditengarai keramaian pindah ke mesin cuci dan tumpukan baju kotor sementara yang sepi adalah kantong dan dompet ☺☺☺☺☺☺❤
Yup nggak salah deh, lebaran adalah hari rayanya anak-anak yang menerima angpau lebaran tetapi hari *kiamat* bagi orang tua yang tak bijak mengelola keuangan.

Memberikan angpau atau bingkisan lebaran memang tidak diwajibkan. Namun sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia jika anak-anak yang lebih muda berhak mendapatkan angpau lebaran ketika bersilaturahim ke yang lebih tua. Besarannya? terserah yang memberikan, bisa lima ribu, sepuluh ribu hingga seratus ribu atau bahkan lebih.

Bayangkan jika punya keponakan tiga puluh orang. Kalau harus menyiapkan 10 ribu rupiah dikalikan tiga puluh sudah membutuhkan 300 ribu rupiah. Ngga heran kalau nggak siap-siap dan bijak mengelola keuangan bisa tekor usai lebaran.

Tapi nggak perlu baper abis lebaran asal mampu mengelola keuangan sebijak mungkin. Mau menyimak tips saya mengelola keuangan pasca lebaran, begini nih:
1. Mengajarkan anak-anak menabung
    Jika dicermati sebenarnya uang yang dikeluarkan para sesepuh berputar saja. Tidak benar-benar *keluar dari dompet* sebab masuknya ke dompet anak-anak. Anak-anak kaya, bapak ibu merana hahaha. Hempaskan pemikiran demikian, gantilah dengan pemikiran yang lebih konstruktif yaitu lebaran nggak membuat merana kok, malah menjadi saat yang tepat untuk mengajarkan anak menabung angpau lebaran. Ajak anak menyisihkan sebagian penghasilannya selama lebaran untuk infaq dan menabung di bank. Cara demikian sama halnya dengan mengajarkan pentingnya menabung untuk akherat dan juga menabung untuk biaya-biaya selama hidup di dunia. "mengapa harus menabung Ma?" pertanyaan yang sering muncul. Rasa ingin tahun si anak bisa dijawab dengan mengemukakan berbagai fakta, bahwa sekolah butuh biaya, jajan butuh duit, lebaran pun butuh uang yang tak sedikit bukan? 

2. Rajin mencari uang tambahan
Yaelah mau lebaran nyari uang tambahan, abis lebaran kudu nyari uang tambahan lagi? Yee kan ikhtiar jalan terus, apalagi nyarinya sambil senang-senang. Mau tau bagaimana ikhtiar nyari duit sambil senang-senang? kalau saya sih caranya melalui ngekuis. Coba deh buka twitter, facebook dan instagram. Selusuri fan page produk atau institusi tertentu. Biasanya lebaran gini ramai ngadain kuis mulai dari kuis foto hingga lomba nulis. Salah satunya lomba foto selfie lebaran bersama LPS  - BPR. Hadiahnya lumayan banget loh, 250 Ribu untuk dua orang. Lomba foto LPS kali ini nggak sekedar mensosialisasikan LPS tetapi juga BPR. Mungkin masih belum banyak masyarakat yang tahu bahwa menabung di BPR aman-aman saja. Andai terjadi likuidasi pada BPR tempat kita menyimpan uang maka simpanan kita akan kembali sesuai dengan saldo terakhir menurut catatan di buku rekening. Sebab BPR telah menjadi peserta LPS, sehingga simpanan uang nasabah pun telah dijamin oleh LPS. Maka ngga perlu khawatir menyimpan uang di BPR. Apalagi BPR kan biasanya ada di desa-desa, pelosok yang jarang ditemui bank konvensional gede. Bisalah menabung di BPR daripada uang disimpan di rumah yang resikonya lebih gede.

3. Kurangi anggaran cemilan
Tiap belanja bulanan selalu menganggarkan cemilan. Lebaran kan masih punya banyak stok cemilan Maak. Jadi ngga usahlah beli cemilan lagi. Syukuri dan nikmati yang ada. Habiskan dulu jajan-jajan lebaran baru beli lagi, hemat dan bisa menyelamatkan sebagian anggaran keuangan keluarga. Kalau bosan ngemil kue mending ngemil buah deh, biar hemat cari buah yang lagi musim sekarang. Saya malah ngga perlu beli, tinggal memetik buah mangga depan rumah yang sedang berbuah. Eh ya..biar makin hemat sekalian lanjutkan dah puasanya dengan puasa sunnah bulan Syawal selama enam hari, eits tapi ingat niat puasanya Lillahi ta'ala. Hemat anggaran itu bonusnya hehehe.

Itu tiga tips mengelola keuangan pasca lebaran ala saya. Teman-teman pasti punya tips yang berbeda. Share yuuuk

Thursday, June 29, 2017

Nasi Terasi Sembunyi So Good Jet Z

Lebaran ngga mudik kemana-mana itu rasanya seperti merasa sunyi di tengah keramaian - apa sih kalimatnya kok sok puitis. Maksudnya agak nelangsa gitu melihat teman-teman yang lain kumpul bareng keluarga dan saya pengen nyanyi terpuruk ku di sini. Yang lain makan enak eh saya ngga gape masak. Mana penjual makanan enak-enak di dekat rumah sudah pada mudik semua. 

Tahun ini Mama memilih berlebaran di Makassar. Maklum selama ini Mama belum sempat berkunjung ke rumah adik di kota Anging Mamiri. Maka tinggallah kami sendiri di Idul Fitri, maklum mudik ke Makassar berat di ongkos Maak. Ya udah cukup telpon-telponan dan netesin air liur nonton foto makanan berseliweran di beranda media sosial. Tapi nggak boleh dong baper terlalu lama. So, hari raya ini disempatin coba-coba resep *istimewa*

Buka kulkas manfaatin bahan yang ada. Kebetulan nih baru belanja bulanan dan stok nugget untuk anak-anak pun aman. Tapi masa' iya suasana lebaran goreng nugget doang. Jadilah si emak ini belajar mengolah So Good Jet Z menjadi menu baru di hari nan fitri.

Selama ini hari raya identik dengan opor ayam, sambal goreng ati, sayur bambu muda dan sepaketnya. Boleh dong pilih yang berbeda. Kali ini ingin masak nasi gorengsembunyi dengan nuansa nugget. Tapi nuggetnya nggak sekedar sebagai lauk melainkan sebagai campuran bumbu. Serius? bangetlah, ngga ribet kok masaknya. Coba deh siapa tau selera kita samaan.

Bahan:

1. 3 Potong So GooD jet Z
2. Satu piring nasi
3. Dua siung bawang putih
4. Tiga siung bawang merah
5. Dua cabe merah
6. Satu cm terasi yang sudah digoreng sebentar
7. Garam secukupnya 
8. Dua butir Telur ayam
9. Margarin secukupnya
10. Sayuran untuk garnish: selada, tomat atau mentimun

Cara Memasak:
1. Dadar telur ayam menjadi lembaran tipis lebar
2. Goreng 3 potong So Good jet Z (boleh lebih untuk lauknya)
3. Haluskan bumbu: bawang putih, bawang merah, cabe merah, terasi dan dua potong nugget So Good yang sudah digoreng
4. Panaskan margarin, tumis bumbu hingga harum, tambahkan nasi, goreng dengan api sedang. Tambahkan kecap dan saos tomat jika suka
5. Matikan api
6. Siapkan telur dadar di atas piring, masukkan nasi goreng yang telah matang
7. Lipat telur dadar, letakkan satu potong nugget So Good Jet Z yang telah digoreng di atas lipatan.
8. Tambahkan garnish yang disukai: tomat, selada atau timun
9. Nasi Terasi Sembunyi siap disajikan dan dinikmati

Taraaa...jadilah nasi goreng sembunyi aroma terasi bumbu So Good Jet Z
Dalam sekejap nasi sepiring ini habis disantap bertiga. Senang deh bisa menyajikan sarapan istimewa buat anak dan suami meski saya sendiri sedang puasa Syawal.

Ada yang penasaran kenapa saya memilih So Good Jet Z? alasan pertama tentu karena So Good adalah brand nugget yang menjadi favorit anak-anak. Kedua, sebagai emak yang hemat senengnya nyari produk yang lagi diskon. Nah ini kesempatan emas, dapat nugget So Good harga diskon pula di supermarket ternama. Anak-anak memang paling suka nugget So Good sebab rasa ayamnya asli, kerasa banget, tepung roti yang menyelimuti pun rasanya gurih, renyah dan nggak mudah rontok saat digoreng. Ada loh nugget merk lain yang tepungnya seperti nggak menyatu dan rontok saat digoreng, minyak jadi cepet kotor. Untungnya So Good nggak seperti itu.

Kalau teman-teman biasa mengolah produk So Good jadi apa nih, share yuk. Kita saling bertukar info resep terbaru dan menyajikan menu sehat lezat bergizi bagi keluarga tercinta.